Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

2 Faktor yang Membuat Harga Batubara Kembali Bergejolak, yang Membuat Produsen Batubara Mendapat Untung Besar

Aktivitas Pertambangan Batubara

Beberapa tahun belakang ini harga batubara seperti mati suri. Sempat berada diharga paling rendah 50$ bahkan 30$ perton, namun bisa tiba - tiba naik sampai 80$ perton. Sehingga harganya bergerak cukup fluktuatif atau tidak bisa diprediksi.

Harga batubara yang turun signifikan akhir tahun belakangan ini telah membuat beberapa perusahaan pertambangan gulung tikar. Ditambah pendemik Covid-19 yang melanda dunia, khususnya Indonesia telah membuat produsen batubara makin merana.

Melambungnya Harga Batubara

Namun, pertengahan tahun 2021 ini harga batubara tiba - tiba melambung tinggi. Kenaikan ini dimulai pada bulan Mei 2021 yang mulai memasuki harga 110$, kemudian mengalami kenaikan lagi sampai bulan Agustus yang mencapai nilai 167$ perton (Berdasarkan patokan harga Australian Thermal Coal).

Dengan spesifikasi kalori batubara 6,300 kcall/kg (11,340 btu/lb), kurang dari 1.0% sulfur dan 14% kadar abu.

Grafik Kenaikan Harga Batubara
Pada harga 167$ perton jika dikonversi kedalam rupiah menjadi 2.338,000,- pertonnya yang biasanya pada beberapa tahun seperti tahun 2020 rata - rata berada di harga 80$ atau sama dengan 1.120,000,- (dengan kurs dollar dalam rupiah 14.000).

Dengan kenaikan harga batubara yang signifikan ini telah membuat beberapa perusahaan produsen batubara seperti Arutmin, Adaro, Kaltim Prima Coal dan perusahaan plat merah Bukit Asam seperti mendapatkan durian runtuh.

Faktor - Faktor Penyebab Naiknya Harga Batubara

Ada pertanyaan besar kenapa harga batubara bisa melambung tinggi bahkan melampaui harga di masa kejayaan batubara?. Beberapa analisis menilai faktor naiknya harga ini bisa terjadi karena efek dari kembalinya beroperasi industri - industri yang belakangan ini banyak yang mengurangi jam operasional bahkan berhenti total.

Seperti yang kita ketahui bersama akibat dari efek penyebaran Covid-19 semua industri mengalami dampak yang signifikan yang membuat turunnya permintaan pasar dan menyebabkan penutupan fasilitas produksi yang berkepanjangan.

Vaksinasi Covid-19 yang sudah merata diseluruh dunia menyebabkan sektor industri kembali hidup. Tentu saja tumbuhnya kembali industri ini mengakibatkan permintaan energi terutama energi listrik kembali mengalami peningkatan.

Dengan peningkatan ini secara otomatis beberapa pembangkit listrik yang mengandalkan batubara sebagai sumber energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kembali meningkatkan pengiriman batubara dari produsen batubara. 

Kenaikan harga batubara ini sangat dipengaruhi terutama oleh negara - negara yang memiliki industri raksasa seperti permintaan batubara dari China, India dan beberapa negara yang banyak mengandalkan energi listrik dari batubara.

Faktor kedua naiknya harga batubara dipengaruhi menipisnya stok batubara yang dimiliki produsen batubara. Akibat pandemik Covid-19 yang berkepanjangan membuat beberapa perusahaan produsen batubara mengurangi produksi bahkan menutup fasilitas tambang batubara akibat menurunya permintaan pasar.

Jadi naiknya permintaan pasar yang cukup tinggi sedangkan stok batubara di stock pile (penyimpanan sementara batubara) menipis membuat harganya melambung tinggi.

Harga Batubara Memberikan Keuntungan untuk Industri lain

Melambungnya harga batubara juga telah membuat beberapa industri dapat bagian untung besar seperti industri alat berat (alat mekanis). Permintaan alat berat akan mengalami peningkatan seiring permintaan tinggi dari produsen batubara yang bertujuan untuk meningkatkan produksi batubara.

Industri yang mendapatkan untung dari naiknya harga batubara ialah industri logistik terutama ekspedisi pengiriman batubara. Apalagi batubara banyak dikirim keluar negeri terutama ke China dan India.

Demikian ulasan singkat faktor penyebab naiknya harga batubara dunia dan untung besar yang didapat oleh produsen batubara. Semoga Bermanfaat.


Dp.

Post a Comment for "2 Faktor yang Membuat Harga Batubara Kembali Bergejolak, yang Membuat Produsen Batubara Mendapat Untung Besar"